Bukan Soal Pilpres, Namun Jurang Fiskal

Posted on

Siapapun yang terpilih, dituntut menyelesaikan gejolak fiskalnegara. Jika tidak, fase koreksi panjang menunggu di depan mata. 

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada hari Senin (05/11), meski sesi perdagangan berlangsung tegang. Investor masih banyak yang menahan diri dari posisi jelang pemilihan presiden hari Selasa ini. Penguatan tiga indeks utama cenderung moderat, hanya Nasdaq yang mempu menuai kenaikan lebih dari setengah persen. Sementara Dow Jones dan S&P 500 masing-masing hanya meraih gain 0,1% dan 0,2%.

Meski masih menjadi favorit pemenang, hasil poll CNN terbaru memperlihatkan dominasi Barack Obama makin berkurang. Presiden Amerika ini masih disukai oleh 49% responden atau tidak berbeda dengan persentase yang didapat oleh Mitt Romney. Sesungguhnya investor tidak ambil pusing dengan siapa pemenang pemilu karena kendala lain telah menunggu di depan mata. Siapapun yang menang, dialah yang harus bertanggungjawab menuntaskan masalah jurang fiskal yang masih menggantung. Belum lagi pekerjaan rumah berupa pengurangan rasio hutang Amerika yang terlanjur menggunung. Sebanyak 60% investor dan pengelola dana yang disurvei CNN meyakini bahwa belum tuntasnya isu jurang fiskal akan menghalangi indeks saham untuk melenggang tinggi. Jika sampai 1 Januari nanti solusi gagal tercapai, kenaikan pajak simultan dan pemangkasan belanja negara tidak bisa dihindari. Dua komponen ini dipastikan menghambat gairah bisnis dan ekonomi Amerika. Masa depan bursa bukan ditentukan oleh pemungutan suara hari ini, namun pada apa yang bisa dilakukan presiden terpilih untuk meminta persetujuan kongres terkait isu fiskal. Kemenangan Obama atau Romney bukanlah awal dari kondisi ekonomi yang lebih baik.

Sentimen lain yang bisa menggerakkan pasar adalah perkembangan terbaru di wilayah Eropa. Pejabat tinggi pemerintahan Yunani dijadwalkan mengambil suara dalam persetujuan kebijakan baru. Athena dipaksa mengajukan proposal pemangkasan anggaran lebih kejam sebagai timbal balik atas peminjaman dana dari Uni Eropa dan lembaga terkait. Tanpa mufakat wakil rakyat, bail out baru tinggal harapan. Sementara media Jerman dan Amerika menyebut bank sentral Eropa (ECB) tengah menginvestigasi apakah formula penjaminan obligasi Spanyol untuk dana talangan terlalu longgar. Topik tersebut idealnya akan dibahas pada pertemuan rutin ECB hari Kamis.

Kemarin indeks saham utama Eropa berakhir turun, dipimpin oleh CAC 40 Prancis yang kehilangan 1,2%. Sementara FTSE 100 Inggris dan DAX Jerman masing-masing anjlok setengah persen.

Hasil serupa juga tampak di Asia pada hari Senin saat Shanghai Composite minus 0.1% dan Hang Seng Hong Kong dan Nikkei Jepang minus 0.5%. Dinamika politik dari wilayah China sangat berpengaruh terhadap pergerakan bursa. Partai Komunis yang berkuasa saat ini sedang bersiap mengubah susunan pejabatnya. Momen ini menjadi begitu penting karena orang-orang yang naik tahta nantinya akan menentukan arah ekonomi dan stabilitas China untuk beberapa tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan, Alamat Email dan No HP, supaya kami bisa menghubungi Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s