Market Review & Technical Outlook 16 July 2013

Posted on

Market Review
 Testimoni Bernanke Menentukan Outlook Greenback. Dollar AS menguat versus Euro
dan Yen seiring pelaku pasar kembali mempertimbangkan potensi bahwa Federal Reserve cenderung
akan menjadi bank sentral utama pertama yang mengurangi kebijakan moneter ultra-longgar.
Namun apresiasi Greenback masih sedikit tertahan oleh data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari
ekspektasi. Bagaimanapun, analis berpendapat jika Dollar AS akan kesulitan untuk melanjutkan
kenaikan menjelang testimoni Ketua Fed Ben Bernanke pada hari Rabu dan Kamis nanti.
 Nantikan BoE Minutes, Sterling Cenderung Flat. Sterling diperdagangkan relatif flat
terhadap Dollar AS sebelum Bank of England merilis minutes rapat kebijakan teranyar pada 17 Juli
nanti, yang akan mengungkapkan hasil voting para pembuat kebijakan dalam pertemuan pertama di
bawah Gubernur baru Mark Carney. Sterling juga nampak tidak banyak bereaksi terhadap data yang
menunjukkan kenaikan harga rumah ke level rekor. Harga rata-rata rumah di Inggris naik untuk
bulan ke-7 beruntun dengan meningkat 0,3% menjadi £253.658, menurut laporan Rightmove Plc.
 Aussie Merespon Positif Data Pertumbuhan China. Dollar Australia berbalik menguat
terhadap mata uang AS setelah sebuah laporan menunjukkan pertumbuhan ekonomi China yang
sejalan dengan perkiraan ekonom pada kuartal ke-2. GDP China tumbuh 7,5% pada periode AprilJuni,
menurut laporan Biro Statistik Nasional di Beijing. Kendati mampu memenuhi harapan ekonom,
angka tersebut masih lebih lambat dari pertumbuhan kuartal pertama yang sebesar 7,7%.
 Penjualan Ritel AS Naik Kurang Dari Perkiraan di Bulan Juni. Konsumen di Amerika
terus menahan diri untuk berbelanja selain otomotif pada bulan Juni, yang mana masih menjadi
faktor penghambat perekonomian di akhir kuartal kedua. Penjualan ritel AS naik 0.4% bulan lalu,
berada di bawah perkiraan kenaikan 0.8%, menurut laporan Dep.Perdagangan hari ini di
Washington. Selain kenaikan besar pada penjualan otomotif dan suku cadang dalam 7 bulan, tingkat
permintaan relatif flat dari bulan Mei.
 Asia Lega Dengan GDP Cina. Bursa saham Asia menguat setelah data GDP Cina dirilis sesuai
ekspektasi terutama setelah sebagian investor mengantisipasi data GDP yang lebih rendah dari 7,5%
pasca buruknya kondisi ekspor dan manufaktur Cina. Pertumbuhan ekonomi Cina melambat dari
7,7% menjadi 7,5% untuk kuartal dua 2013; sesuai estimasi. Kospi naik seiring berkurangnya
kekhawatiran atas outlook eksportir Korea Selatan. Hang Seng tidak banyak berubah setelah Cina
mencatatkan pertumbuhan ekonomi terlambatnya sejak kuartal ketiga 2012.

Technical Outlook

·         EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun memerlukan penembusan ke bawah area 1.2985 untuk memicu momentum bearish lanjutan setidaknya menuju area 1.5895 sebelum menuju support kunci pada area 1.2745 dalam jangka yang lebih panjang. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3120, break ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji area 1.3205.

·         GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat kembali menembus ke bawah area 1.5000, menguji area 1.4815. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.5170, break ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek kembali menguji area 1.5280. Secara keseluruhan kami masih lebih memilih scenario bearish selama harga bertahan di bawah resisten kunci pada area 1.5395.

·         AUD/USDBias masih bearish dalam jangka pendek, namun memerlukan break ke bawah area 0.9040 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 0.8960 sebelum menuju area 0.8880 dalam jangka yang lebih panjang. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 0.9120, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek kembali menguji area 0.9235.

·         XAU/USDResisten di sekitar area 1300 masih menahan harga untuk bergerak naik, dibutuhkan break ke atas area ini untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju area 1330. Sementara kegagalan untuk menembus ke atas area ini dapat membawa harga menuju zona netral untuk bertahan dalam range area 1275 – 1300 menjelang pidato dari Bernanke pada hari Rabua.

·         Hang Seng Futures. Bias bullish dalam jangka pendek, dibutuhkan  break diatas area 21370 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut untuk menguji area 21500. Pada pergerakan kebawah, suppor terlihat pada area 21180, break konsisten dibawah area tersebut akan menekan harga dan menguji level support selanjutnya disekitar area 21060.

·         Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 14850, break diatas area tersebut dapat memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 15000. Harga dapat terkoreksi menuju area 14650 akibat indikator stochastic berada pada wilayah overbought. Break dibawah area 14650 dapat memberikan tekanan pada harga dan untuk menguji area 14570.

 

·         Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 247.10, break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menuju 250.40 area. Indikator stochastic berada pada area overbought memberikan kemungkinan koreksi harga menuju area 243.00. break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih lanjut harga akan menguji  area 241.60.

Tinggalkan Balasan, Alamat Email dan No HP, supaya kami bisa menghubungi Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s