Month: Juli 2013

Analisa harian 12 Juli 2013

Posted on

Emas Konsolidasi Antara 1277-1291, Tunggu Breakout

Monexnews – Harga emas mengalami konsolidasi pasca penguatan kemarin. Saat ini berada di kisara 1277-1291 yang juga menjadi support dan resisten terdekatnnya siang ini.

Momentum penguatan kelihatannya melemah karena harga tidak mampu menembus level 1300 kemarin. Namun pelemahan lanjutan harus menunggu penembusan ke bawah level support 1277 dengan potensi target ke area 1259-1264.

Sementara peluang penguatan kembali mendekati level 1300, harus menunggu penembusan level resisten 1291.

Hari ini data ekonomi AS yaitu data PPI, survei sentimen konsumen dari Universitas Michigan dan pidato James Bullard (salah satu anggota FOMC bank sentral AS) bisa menjadi penggerak harga emas. Membaiknya data-data ekonomi bisa menekan kembali harga emas dan sebaliknya. Sementara James Bullard selama ini lebih dikenal sebagai pendukung pelonggaran moneter dan menolak pemberian waktu untuk pengurangan stimulus karena melihat data ekonomi seperti tingkat inflasi AS masih di bawah target 2%.

 

Channel Bullish Dapat Batasi Potensi Penurunan Minyak

Monexnews – Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area overbought dapat menyediakan kesempatan profit-taking pasca rally kencang sejak akhir Juni. Meski demikian, sentimen masih bullish dengan minyak yang diperdagangkan di dalam channel bullish, dan di atas Moving Average (MA) 50-100-200, serta naiknya indikator MACD. Potensi penurunan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas bawah channel bullish.

Dari sisi fundamental, investor tetap khawatir dengan potensi terganggunya supplai minyak dari Timur Tengah pasca kudeta militer Mesir. Meski demikian, investor juga khawatir dengan prospek melimpahnya supplai minyak dunia seperti yang diutarakan oleh IEA & OPEC dan juga outlook permintaan energi global di tengah merebaknya kecemasan akan berlanjutnya perlambatan ekonomi Cina.

Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss $107.50.  $105.50 dan $106.40 (harga tertinggi April dan Mei 2012) adalah resisten. $103.95 dan $102.40 (harga tertinggi 8 Juli dan batas bawah channel bullish) merupakan support.

Resistance Level : $105.50, $106.40, $107.40

Support Level     : $103.95, $102.40, $101.45


Euro Harus Bertahan Di Atas MA 200

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator Stochastic dan MACD dapat menyediakan peluang kenaikan setelah euro keluar dari channel bearish. Meski demikian, euro perlu bertahan di atas MA 200 (1.3070) untuk bisa menjaga momentum penguatan. Kegagalan bertahan di atas MA 200 dapat isyaratkan rapuhnya rally yang terjadi dalam 2 sesi terakhir sehingga bisa memicu aksi profit-taking pasca rally kencang belakangan.

Untuk jangka pendek, posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 1.2970. 1.3100 dan 1.3150 (harga tertinggi 28 dan 25 Juni) adalah resisten. 1.3030 dan 1.2980 (MA 100 dan harga terendah 26 Juni) merupakan support.

Resistance Level : 1.3100, 1.3150, 1.3205

Support Level      : 1.3030, 1.2980, 1.2920

 

Sterling Keluar Dari Channel Bearish

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator Stochastic dapat menyediakan peluang kenaikan bagi sterling setelah keluar dari channel bearish. Namun, kenaikan masih bersifat koreksi. Sentimen bearish masih ada seiring sterling yang masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200. Sterling perlu mencatatkan level tertinggi harian yang semakin tinggi untuk melanjutkan momentum rally atau berpotensi terkena aksi profit-taking pasca rally kencang dalam 2 sesi terakhir.

Untuk jangka pendek, posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 1.5030. 1.5220 dan 1.5260 (harga tertinggi 11 Juli dan MA 100) merupakan resistance. 1.5110 dan 1.5065 (level Fibonacci 38,2% dari 3 Juli hingga 9 Juli dan harga tertinggi 10 Juli) adalah support.

Resistance Level : 1.5220, 1.5260, 1.5320

Support Level      : 1.5110, 1.5065, 1.5010

 

Aussie Masih Di Channel Bearish

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator Stochastic dan MACD dapat menyediakan peluang kenaikan untuk kembali menguji batas atas channel bearish. Meski demikian, kenaikan masih bersifat koreksi dan ini terlihat dari aussie yang kesulitan bertahan di luar channel. Sentimen bearish masih ada seiring aussie masih diperdagangkan di bawah Moving Average (MA) 50-100-200. Aussie harus mencatatkan level penutupan harian di atas batas atas channel bearish (0.9205) untuk bisa melanjutkan momentum kenaikan; dimana kegagalan dapat memicu aksi profit-taking pasca rally sejak awal pekan.

Dari sisi fundamental, rendahnya pertumbuhan penyaluran kredit Australia menegaskan rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi Australia. Investor juga cemaskan keberlanjutan perlambatan ekonomi Cina, mitra dagang utama Australia, menjelang publikasi data GDP pada hari Senin mendatang. Ini dapat menjadi sentimen negatif untuk Aussie.

Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 0.9310. 0.9205 dan 0.9250 (batas atas channel bearish dan harga tertinggi 1 Juli) merupakan resistance. 0.9110 dan 0.9040 (harga terendah 28 Juni dan 8 Juli) akan menjadi support.

Resistance Level : 0.9205, 0.9250, 0.9304

Support Level      : 0.9110, 0.9040, 0.9000

 

Analisa Harian 11 Juli 2013

Posted on

Penguatan Lanjutan Emas, Tunggu 1291

Monexnews – Harga emas mengalami kenaikan berkat pernyataan Bernanke dan FOMC Minutes pada dinihari tadi yang masih mendukung kebijakan moneter yang longgar di AS untuk saat ini.

Siang ini harga membentuk support dan resisten di kisaran 1277 dan 1291. Momentum penguatan dari pergerakan dinihari tadi mungkin masih bisa mendorong naik harga emas. Penguatan lanjutan setelah menembus resisten 1291 berpotensi mendekati area 1300-1307.

Indikasi koreksi bisa terlihat jika harga tidak mampu menembus level resiste 1290 untuk dua atau tiga kali percobaan. Dan jika harga menembus support 1277, harga berpotensi kembali ke area 1264-59 (sekitar area MA 100 grafik 4 jam).

Fed akan bertindak bila data tenaga kerja AS untuk beberapa bulan ke depan terus membaik. Oleh karena itu data-data tenaga kerja AS akan tetap menjadi market mover pergerakan harga emas. Malam ini data klaim tunjangan pengangguran AS mingguan akan dirilis. Bila klaim yang keluar lebih kecil dari prediksi, akan berpotensi mendorong penguatan dollar AS dan menekan harga emas, dan sebaliknya.

 

 
 
 
 

Sentimen Minyak Masih Bullish


Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dapat menyediakan peluang kenaikan lebih lanjut bagi minyak. Sentimen masih bullish dengan minyak yang diperdagangkan di dalam channel bullish, dan di atas Moving Average (MA) 50-100-200, serta membentuk harga terendah harian yang semakin tinggi. Meski demikian, tetap waspadai aksi profit-taking seiring indikator Stochastic, dan RSI kini berada di area overbought.

Dari sisi fundamental, investor tetap khawatir dengan potensi terganggunya supplai minyak dari Timur Tengah pasca kudeta militer Mesir. Berkurangnya cadangan minyak AS dan redanya kekhawatiran pengurangan stimulus moneter Federal Reserve juga turut memberikan sentimen positif. Meski demikian, investor tetap cemas dengan prospek permintaan energi dunia setelah IMF memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global dan OPEC yang menurunkan outlook permintaan energi.

Outlook minyak kini cukup bullish; dimana posisi long  lebih sesuai dengan stop-loss $105.00.  $106.90 dan $107.70 (harga tertinggi 11 Juli 2013 dan 27 Maret 2012) adalah resisten. $105.05 dan $104.20 (harga tertinggi 17 April 2012 dan terendah 10 Juli 2013) merupakan support.

Resistance Level : $106.90, $107.70, $108.65

Support Level     : $105.05, $104.20, $103.60


Market Movers: Fed Masih Akan Pertahankan Pelonggaran Moneter

Posted on

Monexnews – Notulen rapat moneter bank sentral AS atau FOMC Minutes bulan Juni mengungkapkan bahwa sebagian anggota menginginkan konfirmasi data tenaga kerja yang lebih baik lagi sebelum melakukan pengurangan stimulus.

Dan Bernanke dalam pernyataannya di hadapan konferensi National Bureau of Economic Research dinihari tadi mengatakan bahwa yang dibutuhkan dalam perekonomian Amerika saat ini adalah kebijakan moneter yang sangat akomodatif.

Kedua event ini mendorong pelemahan dollar AS, dan mungkin masih akan membayangi pergerakan pasar hari ini, karena pasar beranggapan bahwa Federal Reserve AS masih mendukung pelonggaran moneter untuk saat ini.

Pagi ini data tenaga kerja Australia sangat bagus dengan peningkatan 10.300 pekerjaan pada bulan Juni dibandingkan prediksi yang mengharapkan penurunan pekerjaan sebesar 2.500. Namun demikian secara keseluruhan, tingkat pengangguran di Australia mengalami kenaikan menjadi 5,7% dari sebelumnya 5,5%. Data tenaga kerja Australia dan pelemahan dollar AS menjadi penggerak yang mengangkat nilai tukar dollar Australia.

Hari ini bank sentral Jepang (BOJ) akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneternya. Bank sentral diperkirakan tidak akan mengubah program pelonggaran moneternya yang sekarang karena pemulihan ekonomi di Jepang baru saja dimulai. Yen dan Nikkei akan bereaksi terkait event ini.

Sore harinya, bank sentral Eropa (ECB) akan merilis buletin bulanan yang berisi penjelasan bank sentral mengenai kebijakan moneternya dan outlook ekonomi. Bila isi buletin ini masih mendukung kebijakan suku bunga rendah, mungkin akan memberikan sedikit tekanan bagi euro. Gubernur Bank Sentral Jerman yang juga merupakan anggota dewan gubernur ECB, akan memberikan pidato mengenai stabilitas keuangan. Pernyataan dari gubernur bank sentral Jerman yang juga merupakan anggota zona euro yang terkuat bisa mempengaruhi pergerakan pasar.

Pada pasar AS, malam hari, akan dirilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan. Seperti biasa, salah satu data tenaga kerja AS ini akan menjadi sorotan pelaku pasar. Bila klaim yang dirilis lebih kecil dari prediksi, tentu akan kembali mendorong penguatan dollar AS dan sebaliknya.

Fundamental IHSG

Posted on

Penggerak indeks harga saham gabungan

Sejak ekonomi internasional mulai menggunakan sistem perekonomian modern, indeks harga saham gabungan telah dijadikan sebagai indikator perubahan kesehatan ekonomi suatu negara. Ketika kondisi ekonomi berjalan baik, indeks bergerakn naik dan sebaliknya secara umum. Fundamenatal indeks harga saham gabungan sangat penting mencermati kondisi ekonomi melalui indikator makro hingga pada sentimen pasar.

1. Event pasar

Sejarah perjalanan indeks harga saham gabungan telah membuktikan bahwa kejadian-kejadian penting sektor ekonomi dapat mendorong lonjakan atau anjloknya harga indeks harga saham gabungan. Sebut saja great crash tahun 1929, kemudian booming Tronics pada awal 1960-an, booming dotcom pada 1990-an hingga krisis ekonomi terakhir. Semua peristiwa itu tercatat sebagai fundamental besar yang menghantam atau mendorong indeks harga saham gabungan.

Indeks harga saham gabungan Dow Jones misalnya, mengalami penurunan dari 14,300 hingga ke harga 6,500 akibat fundamental kredit bermasalah yang menimpa perbankan. Kemudian disusul oleh indeks utama lain seperti indeks harga saham gabungan Hang Seng yang turun drastis dari level 28,000 menjadi hanya 10,000 (lihat gambar 1 dan 2).

Indeks harga Saham gabungan dow jones
Gambar 1: Dow Jones crash akibat krisis finansial 2008.

2. Indikator ekonomi

Fundamental ekonomi merupakan faktor penting bagi pergerakan indeks harga saham gabungan. Jika kondisi yang digambarkan oleh indikator ekonomi terus membaik, maka pergerakan bullish biasanya akan terjadi pada pasar indeks. Demikian pula sebaliknya, jika ekonomi dilaporkan memburuk, maka indeks akan merespon dengan pergerakan bearish.

Dengan kata lain, fundamental ekonomi memiliki kekuatan tersendiri bagi pergerakan pasar dan faktor ini tidak boleh diabaikan. Jika ekonomi dalam kondisi buruk, belum tentu laporan beberapa saham individual dapat mengubah arah pergerakan harga indeks harga saham gabungan.

Untuk memonitor kondisi ekonomi, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan. Antara lain: Data GDP (Gross Domestic Product)

Salah satu cara terbaik untuk mengetahui kondisi fundamental indeks harga saham gabungan ekonomi adalah dengan mengamati data GDP, karena mengandung total output ekonomi suatu negara.

GDP menjadi penting karena 2 faktor dibawah ini;

  1. Menunjukkan seberapa cepat/ lambat pertumbuhan ekonomi suatu negara, pada kuartal terkini dibandingkan triwulan sebelumnya. Digunakan untuk membandingkan kekuatan ekonomi dan percepatan pertumbuhan satu negara dibandingkan negara lainnya.
  2. Amerika Serikat diketahui memiliki volume ekonomi 40% dari total perekonomian dunia. Setelah mengalami penurunan GDP yang berkelanjutan, isu ekonomi ini dengan cepat tersebar menjadi ancaman internasional.

Tingkat Pengangguran

Sektor ketenagakerjaan merupakan faktor terpenting dalam fundamental ekonomi karena selain menunjukkan seberapa besar ekonomi mampu menyerap tenaga kerja, juga merupakan indikator harapan ekonomi kedepan.

Pengangguran yang rendah akan mendorong konsumsi masyarakat, yang membeli produk atau jasa tertentu yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan perusahaan-perusahaan. Demikian juga sebaliknya, tingginya pengangguran berarti minimnya pendapatan perusahaan, yang akhirnya dapat mendorong perusahaan melaksanakan kebijakan efisiensi yang lain.

Biasanya jika tingkat pengangguran sudah mencapai angka 6% atau 7%, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan stimulus yang diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi.

Bagi AS, tingkat pengangguran ini sudah menjadi fokus sejak krisis tahun 2001 lalu, ketika pengangguran mencapai angka 6%, walau sempat pulih hingga 4,6% pada tahun 2007, namun kemudian meningkat kembali hingga mencapai 8.8% pada bulan Mei 2009.

Penjualan Retail

Data penjualan eceran yang mengukur jumlah barang yang berhasil dijual setiap bulannya. Data ini juga menunjukkan seberapa tinggi konsumen membelanjakan uang mereka dan harapan buat kelanjutan hidup produsen.

Penjualan yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan perusahaan serta mendorong perusahaan tersebut melakukan ekspansi. Sehingga dapat kembali menyerap tenaga kerja.

Dengan demikian, semakin baik laporan penjualan ritel, maka akan semakin bagus pula pergerakan yang ditimbulkan oleh pasar. Terutama indeks harga saham gabungan, karena merupakan representasi kinerja banyak perusahaan.

Seperti yang terjadi pada tanggal 14 April 2009, retail sales dilaporkan anjlok 1.1%. indeks harga saham gabungan Dow Jones merespon data tersebut dengan penurunan 137 poin atau pelemahan sebesar 1.7%.

Fundamental Forex

Posted on

Faktor penggerak pasar 

Fundamental forex adalah metode analisa yang menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian – kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan pasar mata uang

Harga mata uang seperti halnya harga saham atau komoditi lain, bergerak naik dan turun berdasarkan aturan permintaan dan penawaran. Permintaan yang tinggi akan mendorong mata uang mengalami penguatan dan rendahnya permintaan dapat melemahkan harga mata uang.

Faktor-faktor fundamental forex penting yang dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya permintaan terhadap mata uang dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Suku bunga
  2. Kinerja ekonomi
  3. Event politik
  4. Sentimen pasar
  5. Intervensi pemerintah

1. Suku bunga (Interest rates)

Sangat penting untuk memperhatikan tingkat suku bunga dari mata uang, karena fakta fundamental forex   penting yang menggerakkan pasar adalah suku bunga mata uang tersebut.

Uang atau modal akan mengalir masuk ke negara yang menawarkan bunga atau yield yang lebih tinggi. Semakin tinggi suku bunga, maka semakin tinggi arus modal yang masuk, dan dengan sendirinya akan meningkatkan permintaan mata uang negara yang bersangkutan.

2. Kinerja Ekonomi

Beberapa data ekonomi merupakan fundamental forex yang indikator pentingnya menunjukkan kesehatan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang diperlihatkan oleh data atau indikator tersebut, fundamental forex akan mendorong laju inflasi yang kemudian dapat membuat bank sentral menaikkan tingkat suku bunga.

Umumnya lembaga riset atau perbankan telah memiliki (dan mempublikasikan) perkiraan sebelum dirilisnya data ekonomi tersebut. Pasar juga biasanya akan bergerak sesuai dengan arah perkiraan fundamental forex tersebut untuk mengantisipasi lonjakan. Jika perkiraan baik, maka harga akan relatif menguat dan sebaliknya jika perkiraan buruk, maka harga akan relatif melemah. Lonjakan pergerakan harga umumnya terjadi jika di fundamental forex terdapat perbedaan yang berarti antara perkiraan pasar dan laporan aktualnya.

Berita fundamental forex penting yang dapat menggerakkan pasar adalah sebagai berikut: 
Tabel 1: Laporan data ekonomi penting
3. Event politik

Pemilihan Umum (Pemilu), partai pemenang, presiden dan struktur kabinet, suhu politik internasional dan perang adalah beberapa factor fundamental forex politik yang dapat mempengaruhi pasar.

Dibandingkan instrumen lain, fundamental forex merupakan pasar yang paling responsif terhadap even politik, bahkan fundamental forex terkadang lebih besar dibanding efek yang ditimbulkan oleh faktor ekonomi.

Hal ini terjadi karena faktor keamanan suatu negara merupakan hal terpenting dalam investasi. Ketidakstabilan yang muncul dapat mendorong investor menarik dana dari negara tersebut dan menanamkannya ke negara lain yang lebih memiliki kepastian. Investor cenderung menarik dana dengan cepat pada sinyal fundamental forex apa saja yang mengindikasikan ketidakpastian kondisi, sebagai contoh Thai Baht pernah didevaluasi 10% akibat terjadinya kerusuhan di Thailand.

4. Sentimen Pasar

Sentimen fundamental forex yang terbentuk mengacu pada terpenuhi atau tidaknya harapan pasar yang terjadi berulang kali. Pelaku pasar mengambil posisi berdasarkan harapan mereka ke depan dengan bercermin pada apa yang terus menerus terjadi. Dalam kondisi dimana sentimen negatif terbentuk cukup kuat, pasar akan terus mendorong pelemahan mata uang. Bahkan laporan fundamental forex dan berita ekonomi yang baik bersamaan dengan keputusan naiknya suku bunga-pun belum tentu dapat secara konsisten mengubah pergerakan harga.

5. Intervensi pemerintah 

Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar mata uang, dengan melakukan pembelian atau penjualan, sepanjang fundamental forex pergerakan pasar tidak sesuai dengan kebijakan moneter yang dianut. Intervensi fundamental forex kadang dilakukan bersamaan atau bekerjasama dengan negara lain untuk memperkuat efeknya terhadap mata uang.

Untuk merangkung secara sederhana mengenai fundamental forex faktor penggerak pasar, suku bunga dan tingkat inflasi adalah hal pertama yang perlu diperhatikan, karena mempengaruhi arus uang. Tingkat inflasi mempengaruhi suku bunga dan produktifitas. Kedua adalah faktor kepercayaan, karena fundamental forex merupakan gambaran sentimen terhadap ekonomi. Ketiga adalah faktor kebijakan moneter yang dapat memicu intervensi.

Yang perlu diperhatikan juga adalah hasil perdagangan internasional, terutama dari Amerika Serikat yang berulang kali membentuk defisit terbesar.

Manajemen Modal

Posted on

Bagian ini akan membahas:

  • Konsep dasar manajemen modal
  • Martingale
  • Anti Martingale
  • Averaging
  • Pyramiding
  • Fixed Fraction

Manajemen Modal (money management) dalam artian finansial adalah sebuah proses penempatan modal di masa kini dan perencanaan modal di masa datang. Proses penempatan manajemen modal tersebut, lama-kelamaan mengalami evolusi dan terus menyesuaikan diri dengan wadahnya sehingga akhirnya memiliki banyak keragaman persepsi.

Para penasehat manajemen modal keuangan biasanya akan berfikir keras untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berapa yang harus dialokasikan, apa saja resikonya dan berapa besar peluangnya?

Hal yang sama juga berlaku dalam dunia trading. Manajemen Modal juga harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sehingga dari sini, maka banyaklah istilah-istilah yang disandarkan kepada Manajemen Modal bermunculan, diantaranya adalah alokasi aset, pengukuran posisi, alokasi portofolio, manajemen posisi atau bahkan manajemen modal perdagangan (terj. bebas dari trade management).

Keseluruhan istilah tersebut pada dasarnya memiliki perbedaan di ciri khas masing-masing, namun memiliki banyak persamaan. Sehingga manajemen modal tidak ada salahnya jika demi kepentingan praktis istilah-istilah tersebut disejajarkan.

Tipe-tipe Manajemen Modal

Metode Manajemen Modal memiliki banyak variasi, namun umumnya metode yang ada paling tidak masuk dalam dua katagori, yakni “add winning” or “add loosing”.

Menambah pada posisi untung, jika tidak menggunakan asumsi penggandaan naik (doubling up) maka pilihan jatuh pada Pyramiding. Dan jika manajemen modal menggunakan prinsip tersebut, maka pilihan jatuh pada metode Anti Martingale.

Dan Menambah pada posisi rugi, akan masuk dalam dua katagori manajemen modal. Menggunakan prinsip penggandaan menurun (doubling down) maka jatuh pada katagori Martingale, dan jika tidak menggunakan prinsip tersebut, maka pilihan manajemen modal jatuh pada Averaging.

1. Martingale

Martingale merupakan teori manajemen modal probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu dimasa tertentu dengan masa sebelumnya dengan menggunakan prinsip penggandaan. Metode ini dipopulerkan pada abad ke 18, oleh Paul P. Levy dan pertama kali digunakan sebagai salah satu metode tebak-tebakan (betting) di Francis.

Dalam dunia manajemen modal trading, Martingale dapat diartikan sebagai proses mendapatkan keuntungan sekaligus menutup kerugian dari transaksi sebelumnya dengan keuntungan pertama dari transaksi selanjutnya, melalui penggandaan modal.

Sehingga, setiap kali nilai manajemen modal menurun, ukuran transaksi selanjutnya meningkat. Dengan kata lain, manajemen modal Martingale memilki karakter dasar; resiko meningkat sesuai dengan meningkatnya kerugian. Jika seorang trader mengalami kerugian dalam satu kali perdagangan, maka ukuran lot dalam perdagangan kedua harus meningkat, dalam hal ini menjadi 2 lot.

Sebagai contoh manajemen modal, dalam satu hari, seorang trader merencanakan 5 kali transaksi EUR/USD, stoplloss dan target profit 50 poin,dan Equity awal =$50,000, Lot berganda. Dengan kondisi perdagangan ternyata 4 kali transaksi loss terjadi berurutan, dan hanya satu transaksi yang menghasilkan keuntungan.

Cara kerja manajemen modal Martingale akan menjadi seperti ini:

  • 1 lot transaksi loss x 50 points = -$500
  • 2 lot transaksi loss x 50 points = -$1,000
  • 4 lot transaksi loss x 50 points = -$2,000
  • 8 lot transaksi loss x 50 points = -$4,000
  • 16 lot transaksi profit x 50 points = +$8,000
  • Total lot = 31
  • Total Loss = -$7,500
  • Total Profit = +$8,000
  • Net Profit/ Loss = $500
  • Total Equity = $50,500

Metode manajemen modal Martingale hanya membutuhkan sekali kemenangan dalam sekian (n) kali perdagangan, untuk menutupi seluruh kerugian akibat perdagangan sebelumnya dan sekaligus meraup keuntungan.

Contoh manajemen modal diatas membahas bahwa pada transaksi kelima, anda memperoleh keuntungan sebesar $8,000 untuk 8 lot yang berarti profit bersih sebesar $500 setelah 4 kerugian berurut.

Table 1 adalah contoh dimana anda membeli 1 lot EUR/USD pada harga 1.2960 dan menggandakan jumlah lot setipa penurunan 30 pip (2 lot pada level 1.2930, 4 lot pada 1.2900 dls). Sehingga manajemen modal jumlah lot menambah dan harga menurun pada waktu yang sama, Pada transaksi keenam, jumlah total lot akan 63 lot dengan harga rata2 1.2839. Seorang trader harus selalu berhati-hati dalam strategi tersebut karena market tren dapat menghabiskan equity sehingga perlu ada batasan jumlah transaksi.
Table 1 Martingale

Daripada menutup kerugian perdagangan, manajemen modal Martingale yang populer sekarang lebih memilih likuidasi posisi pada saat harga perdagangan mencapai average tertentu plus keuntungan sekian poin. Disini, seorang trader tidak perlu melakukan likuidasi posisi walau dalam keadaan rugi, bahkan harus menggandakan lot setiap kali kerugian mencapai titik tertentu, sampai akhirnya seluruh kerugian tersebut tertutupi ketika harga mencapai titik average. Sistem Martingale seperti ini adalah yang paling populer dan telah diadopsi oleh banyak Automatic Trading Sytem (robot).

Ancaman akan muncul ketika harga bergerak satu arah, seperti uptrend dan downtrend.

2. Anti Martingale

Dari namanya, metode manajemen modal ini sudah menjelaskan posisinya. Secara kontras dengan Martingale, Anti Martingale tidak akan menggandakan posisi ketika mengalami kerugian. Penambahan hanya terjadi jika posisi dalam keadaan untung. Jadi, resiko manajemen modal akan ditingkatkan sesuai dengan peningkatan keuntungan, tujuannya adalah agar keuntungan yang dicapai semakin tinggi.

Keunggulan yang bisa kita ambil dari manajemen modal ini adalah potensi Anti Martingale dalam menciptakan keuntungan bola salju. Semakin jauh perjalanan semakin besar keuntungan. Namun penting untuk membatasi jumlah transaksi, karena satu trade dapat mengakibatkan kerugian besar

Untuk contoh, simak tabel 2 dimana anda membatasi jumlah transaksi ke lima. Anda membeli EUR/USD pada harga 1.2900 and menggandakan lot setiap kenaikan 50 pip sampai kali kelima di level 1.3100 dengan jumlah lot 16. Setelah level ini, anda tidak akan menambah posisi, kemanapun arah market, sehingga anda akan ada 31 lot sebagai posisi terbuka.
Table 2 Anti Martingale

Kelemahannya akan muncul ketika harga mengalami konsolidasi atau reversal. Jika tidak cepat dintisipasi, akumulasi keuntungan manajemen modal tersebut dengan cepat bisa surut

Gambar 3 adalah contoh transaksi, dimana seorang trader membeli 1 lot EUR/USD pada harga 1.2900. Pada transaksi kelima di harga 1.3100, anggaplah harga turun ke 1.3050. Trader tersebut akan menghilangkan sebagian besar profit dan akan memiliki kerugian sebesar -$2,500. Asumsikan kerugian tersebut tidak terjaga dan EUR/USD terus menurun ke 1.2900 (level awal), anda akan memiliki loss sebesar $33,000 untuk 31 lot.
Gambar 3 Anti Martingale

3. Cost Averaging

Definisi paling mudah bagi metode manajemen modal ini adalah “menambah pada posisi rugi”. Sekilas, metode manajemen modal ini memiliki kemiripan yang sangat dengan Martingale Averaging, karena keduanya menitik beratkan penambahan posisi pada saat transaksi sebelumnya mengalami kerugian.

Namun agar lebih jelas, mari kita lihat contoh; Jika seorang trader bertransaksi EUR/USD  dan menggunakan metode Cost Averaging 20 poin, dalam 6 kali transaksi.
Table 4 Cost Averaging

Pada tabel 4, dapat dilihat bahwa manajemen modal total lot yang dihasilkan hanya berjumlah 6, sesuai dengan jumlah transaksi. Averaging tidak menggunakan prinsip Doubling atau penggandaan posisi, sehingga penambahan keuntungan tidak secepat Martingale. Namun demikian, potensi kerugian yang ditimbulkan pun tentunya lebih kecil dibanding Martingale

Faktor manajemen modal yang kedua adalah, Cost Averaging  tidak bertujuan untuk satu kali kemenangan, melainkan ke arah akumulasi posisi, yang umum digunakan dalam trading jangka menengah dan panjang.

Metode manajemen modal tersebut sangat sering diaplikasikan ke pasar Forex, saham, dan reksa dana, tetapi tidak begitu terkenal untuk futures karena ada tanggal kadaluarsa.

4. Pyramiding

Manajemen modal Pyramiding, adalah kebalikan secara total dari metode Cost Averaging. Yakni; “menambah pada posisi untung”.

Manajemen modal seorang trader mengalokasikan dananya sebesar $10,000 untuk trading EUR/USD, dan membeli 2 lot diharga 1.2900, dan akan kembali membeli 2 lot jika harga Euro mencapai 1.3000, dan seterusnya, maka Devy hanya membutuhkan 5 kali transaksi dengan trend bergerak 400 poin untuk membuat return 200% seperti yang dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5 Pyramiding

Logika dibalik Pyramiding adalah jika pasar bergerak sesuai dengan yang diharapkan, maka kemungkinan besar trend sedang terjadi. Dan tambahan posisi perlu dilakukan dengan harapan pasar akan meneruskan arah sesuai dengan trend, dan manajemen modal ini bisa sangat powerful dalam menciptakan keuntungan.

Namun bagaimanapun, setiap metode manajemen modal memiliki kelemahan tersendiri. Pyramiding bisa juga mengecewakan jika harga bergerak tidak sesuai dengan perkiraan atau harapan sebelumnya.

5. Fixed Fractional Position Sizing

Manajemen modal jenis ini beserta variasinya merupakan metode yang pernah terbanyak dan paling direkomendasikan oleh trader profesional dan mungkin kita disadari atau tidak telah menggunakan metode manajemen modal ini sejak lama.

Secara sederhana, Manajemen modal Fixed Fractional method adalah penentuan ukuran posisi secara tetap (fixed) berdasarkan persentase manajemen modaltertentu dari jumlah jumlah modal.

Sebagai contoh, seorang trader katakanlah seorang trader memiliki modal $10,000 dan menggunakan Fixed Fractional Method 5%, maka ia tidak akan mau menerima resiko lebih dari $500 ($10,000 x 0.05) dalam setiap transaksi yang dilakukannya.

Dan jika ia adalah EUR/USD trader, maka manajemen modal ia akan menempatkan stop loss 50 poin lebih rendah dari harga beli, atau 50 poin lebih tinggi jika mengambil posisi jual, dengan ukuran stop tersebut berarti dia hanya akan menggunakan manajemen modal 1 lot dalam transaksinya.

Dan jika, ia kemudian memutuskan untuk meningkatkan resikonya menjadi 10%, maka ia dapat menambah jumlah posisi menjadi 2 lot dalam transaksi tersebut.

$ 10,000 x 0.10 = $ 1,000 $ 1,000 =2 lots $ 500

Jumlah kontrak yang dipilih untuk trading bisa meningkat dengan modal. Asumsikan risiko maksimum sebesar 10% per transaksi. Artinya untuk setiap $10,000, anda dapat be-resiko $1,000 per trade.

Sebagai contoh manajemen modal, tabel 6 memperlihatkan bahwa untuk setiap peningkatan $10,000 modal, satu lot ekstra dapat ditambah untuk trading, karena setiap lot membutuhkan $1,000 sebagai margin. Jika modal meningkat ke $20,000, 2 lot dapat diperdagangkan. Jika modal turun balik ke $10,000, hanya 1 lot diperbolehkan seperti sebelumnya. Semakin tinggi modal, semakin tinggi lot

Manajemen modal, resiko sesuai dengan persentase yang sudah ditentukan sebelum
Tabel 6 Fixed Fraction

Review

  • Manajemen modal berkaitan dengan resiko untuk setiap transaksi
  • Ada dua jenis konsep manajemen modal yaitu berdasarkan transaksi terakhir dan berdasarkan ekuiti.
  • Jenis manajemen modal pada umunya menambah posisi pada saat untung atau rugi dengan jumlah lot tetap atau dengan penggandaan.
  • Melalui Fixed Fractional Anda dapat memilih persentase resiko yang ingin digunakan.
  • Semakin tinggi persentase resiko terhadap ekuiti, semakin sedikit transaksi rugi yang mampu Anda terima.

Manajemen Resiko

Posted on

Pengertian Manajemen Resiko

  • Dasar manajemen resiko
  • Pengertian resiko setiap transaksi
  • Pengertian mengenai resiko pasar
  • Risk to reward ratio dan Pareto principle

Manajemen resiko di ibaratkan seperti seseorang yang bekerja atau berwirausaha di kawasan strategis, setiap harinya berhadapan dengan kondisi jalanan yang macet. Seseorang tersebut bisa saja yakin dapat sampai di kantor tepat waktu. Namun, tentu kondisi di jalanan tidak ada yang tahu, misalnya pohon tumbang akibat hujan sebelumnya, atau jalanan ditutup atau faktor lain yang dapat menyebabkan terhalangnya perjalanan.

Kemampuan seseorang dalam mengelola ketidakpastian di jalanan adalah salah satu bentuk manajemen resiko.

Sama halnya dengan dunia finansial. Resiko adalah ketidakpastian yang mungkin terjadi dari setiap situasi dan keputusan yang kita ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko adalah berkurang atau kita kehilangan sebagian  dana kita.

Manajemen resiko membantu Anda untuk mengenali resiko apa saja yang mungkin dihadapi dan apa saja cara yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya.

Manajeman Resiko penting yang perlu diperhatikan

Dalam trading, manajemen resiko sangat dibutuhkan, karena dalam aktivitas trading selalu ada resiko yang mengikuti. Dua risiko penting adalah:

1. Manajemen Resiko trading/bertransaksi

Manajemen resiko trading adalah resiko yang Anda ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan dalam setiap keputusan. Resiko jenis ini sepenuhnya dibawah kontrol Anda.

a. Resiko total equity 

Manajemen resiko Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30%, jika Anda cukup konfiden, maka Anda bisa menyesuaikannya.

b. Resiko per kali masuk posisi 

Setelah Anda menentukan batasan resiko equity, barulah manajemen resiko stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya manajemen resiko harus melihat dari total equity.

Tabel 1 di bawah memberikan gambaran manajemen resiko, bahwa semakin banyak resiko yang Anda ambil, semakin sedikit transaksi yang dapat dieksekusi. Jika Anda ingin menggunakan 1% dari total equity dalam setiap transaksi, maka Anda memiliki 100 kali kesempatan transaksi. Jika Anda memilih 5% dari total ekuiti, Anda akan memiliki 20 kesempatan. Hal ini perlu di pertimbangkan manajemen resikonya agar Anda dapat menemukan rasio risk reward yang sesuai.
Tabel. 1 Perbandingan resiko per transaksi dan kesempatan

Dalam tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semakin besar presentase resiko, maka semakin mengecil jumlah kesempatan yang kita miliki. Banyak pihak, menyarankan manajemen resiko tidak boleh lebih besar dari 2% total ekuiti per transaksi, sehingga walaupun 25 kali kesalahan terjadi berurutan, Anda masih memiliki 50% ekuiti untuk dapat memulihkan kinerja trading.
2. Market risk

Manajemen resiko ini adalah resiko yang sudah dimiliki oleh pasar dengan sendirinya, baik sebelum Anda terlibat didalam maupun sesudah itu. Anda sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal menganalisa dan mencari cara mengatasinya.

Setiap instrumen trading memiliki keunikan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah:


Perubahan harga dan volatilitas

Yang pertama dan yang paling dasar adalah perubahan harga pasar. Perubahan ini tentunya akan menciptakan manajemen resiko tersendiri bagi aktifitas trading Anda. Saham yang berkapital besar biasanya bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index juga sama, beberapa index dan mata uang bergerak lebih stabil dibanding yang lain.

Volatilitas yang tinggi, terutama jika dibarengi dengan range pergerakan yang besar, dapat memaksa Anda untuk melonggarkan batasan resiko yang sudah Anda tentukan, misalnya manajemen resiko dengan cara menempatkan stop loss yang lebih jauh.

Resiko Melikuidasi Posisi

Untuk melikuidasi posisi saham, biasanya data Anda akan di input dalam daftar antrian. Jika pasar dalam keadaan turun, dan pembeli sulit ditemukan, Anda mungkin tidak dapat melikuidasi posisi hingga kerugian besar menimpa Anda. Resiko seperti ini juga harus dipertimbangkan dalam manajemen resiko, dan mencari cara untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul tersebut, Anda bisa saja, misalnya, melakukan shot sell (jika memungkinkan) atau melakukan hedging di pasar future atau pasar CFD.

Manajemen resiko likuiditas seperti ini bagi instrumen futures atau derivative lain sangat minim, terutama setelah adanya aktifitas online trading, yang memungkinkan pelaksanaan transaksi secara elektronik.

Risiko leverage dan margin

Resiko leverage dapat diartikan sebagai manajemen resiko yang muncul akibat penggunaan skala modal yang lebih besar dibanding modal yang disetorkan. Misalnya Anda dapat membeli atau menjual suatu instrumen seharga $ 100,000,- dengan hanya menyetorkan jaminan dana sebesar $1,000. Jaminan tersebut bukanlah jumlah maksimum kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda, namun sebagian dari modal total yang Anda setorkan juga turut menanggung resiko tersebut. Hal ini terjadi karena leverage mengandung dana pinjaman dan kita harus membayarnya kepada broker jika transaksi berjalan buruk.

Resiko Overnight 

Untuk manajemen resiko instrumen berjangka, Anda menyimpan posisi overnight. Berita tertentu dapat menyebabkan market untuk bergerak di arah yang diinginkan atau sebaliknya. Terkadang, anda tidak dapat menyimpan order likuidasi ketika market tutup. Sehingga nenyimpan posisi overnight merupakan manajemen resiko yang perlu dipertimbangkan.

Contohnya: untuk Lehman Brothers (LEH). Sehari sebelum pengumuman kebangkrutan, saham LEH menutup pada harga $4.00. Pada hari kebangkrutan, LEH membuka pada harga $0.24. Penurunan ini adalah sebesar 94% dalam sehari. Posisi jual akan menghasilkan keuntungan luar biasa pada hari itu, sebaliknya posisi beli akan menggerus keseluruhan modal.
Asumsi manajemen resiko yang perlu diperhatikan

Dalam menyusun manajemen resiko, ada tiga hal yang perlu Anda pertimbangkan sebagai bahan dasar pengelolaan resiko Anda, yang pertama adalah rasio risk to reward, kedua adalah rasio win loss dan yang ketiga adalah prinsip Pareto.

1. Risk to Reward Ratio

Adalah manajemen resiko rasio yang digunakan untuk membandingkan potensi keuntungan dengan resiko dalam setiap pengambilan keputusan transaksi. Risk reward ratio dalam hal ini berbeda dengan yang umumnya dipahami, dalam dunia trading istilah tersebut digunakan sangat sederhana sebagai sebuah gambaran tentang manajemen resiko yang Anda akan ambil untuk mendapatkan sejumlah tertentu keuntungan.

Misalnya jika Anda memiliki rasio risk reward 5:1, bukan berarti bahwa Anda secara nyata menerima keuntungan 5 kali lebih besar dibanding resiko. Sekali lagi bahwa hal ini adalah rasio bukan fakta.

Untuk menyusun rasio risk reward bagi setiap orang akan berbeda-beda dan bersifat subjektif. Investor bermodal besar akan memiliki tingkat penerimaan terhadap resiko lebih besar dibanding pemodal kecil. Faktor personal lain manajemen resiko, seperti tujuan, karakter dan usia juga berpengaruh dalam menyusun rasio.

Untuk menyesuaikan rasio tersebut ke dalam aktifitas transaksi manajemen resiko juga tidak terlalu rumit, ada banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan merubah komposisi modal, stop loss atau bahkan dengan merubah exit point.

Menyusun rasio anda sendiri

Penyusunan manajemen resiko reward tidak perlu rumit, bahkan sangat sederhana . Anda hanya perlu menjawab dua pertanyaan di bawah ini;

  1. Berapa jumlah keuntungan yang Anda inginkan dari setiap transaksi? Berapa jumlah dana yang rela Anda tempatkan ke dalam resiko untuk mendapatkan keuntungan tersebut?
  2. Setelah Anda menjawabnya, bagilah jumlah keuntungan tersebut terhadap jumlah resiko yang Anda relakan, dan hasilnya Anda telah mendapatkan rasio risk reward Anda sendiri.

2. Win Loss Ratio

Rasio ini bermaksud mengukur seberapa besar presentase manajemen resiko kemenangan berbanding kerugian yang dihasilkan oleh sistem trading Anda.

Untuk mendapatkannya, Anda tentunya harus memiliki sistem manajemen resiko terlebih dahulu, susunlah sistem tersebut dan uji hasilnya baik dalam bentuk back testing ataupun forward testing dengan menggunakan demo account.

Anda juga dapat melakukannya dengan test visual melalui grafik jika itu mudah dilakukan. Setelah itu, catatlah hasil berapa kali sistem tersebut menghasilkan keuntungan dan berapa kali menghasilkan kegagalan. Dengan demikian manajemen resiko Anda telah mendapatkan win loss ratio.

3. Pareto Principle

“Vital few and trivial many”. Prinsip Pareto mengatakan bahwa 20% dari sesuatu itu selalu mendatangkan hasil 80%. Atau dengan kata lain, 80% hasil diperoleh dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu diperoleh dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif itu datang hanya dari sebagian kecil (20%) aktifitas transaksi Anda.

Anda tidak harus mengadopsi angka prinsip ini secara persis, yang terpenting yang harus kita pahami adalah bahwa kebanyakan dari aktifitas trading biasanya hanya menyumbang sebagian kecil bagi pertumbuhan modal kita.

Sebagai contoh manajemen resiko, katakanlah sebuah metode memiliki probabilitas 60% kekalahan dan 40% kemenangan. Prinsip diatas dapat berjalan seperti ilustrasi dibawah;

10 Transaksi EUR/USD; setiap transaksi memiliki SL 50 poin dan TP 100. 6 dari transaksi tersebut terkena stoploss dan menghasilkan kerugian, 4 lainnya menghasilkan keuntungan.

  • 6 Transaksi Loss x 50 poin (pips) x $10/poin =- $3,000
  • 4 Transaksi Profit x 100 poin x $10/poin = +$4,000
  • Net Profit/ Loss = +$1,000

Artinya bahwa dengan mengelola manajemen resiko trading Anda, metode yang buruk sekalipun masih dapat Anda manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

Review

  • Ketika trading, hal yang perlu Anda perhatikan dalam manajemen resiko adalah seberapa besar total kekayaan Anda yang siap Anda tempatkan ke dalam resiko. (Saran pada umumnya berkisar antara 20¬% dan 30%..
  • Hal lain yang perlu diperharikan ketika trading adalah manajemen resiko pergerakan harga, volatilitas, resiko margin dan juga resiko untuk posisi overnight
  • Rasio risk to reward akan memberikan perbandingan manajemen resiko yang diambil terhadap profit yang dihasilkan.

Fundamental Forex

Posted on

Faktor penggerak pasar 

Fundamental forex adalah metode analisa yang menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian – kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan pasar mata uang

Harga mata uang seperti halnya harga saham atau komoditi lain, bergerak naik dan turun berdasarkan aturan permintaan dan penawaran. Permintaan yang tinggi akan mendorong mata uang mengalami penguatan dan rendahnya permintaan dapat melemahkan harga mata uang.

Faktor-faktor fundamental forex penting yang dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya permintaan terhadap mata uang dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Suku bunga
  2. Kinerja ekonomi
  3. Event politik
  4. Sentimen pasar
  5. Intervensi pemerintah

1. Suku bunga (Interest rates)

Sangat penting untuk memperhatikan tingkat suku bunga dari mata uang, karena fakta fundamental forex   penting yang menggerakkan pasar adalah suku bunga mata uang tersebut.

Uang atau modal akan mengalir masuk ke negara yang menawarkan bunga atau yield yang lebih tinggi. Semakin tinggi suku bunga, maka semakin tinggi arus modal yang masuk, dan dengan sendirinya akan meningkatkan permintaan mata uang negara yang bersangkutan.

2. Kinerja Ekonomi

Beberapa data ekonomi merupakan fundamental forex yang indikator pentingnya menunjukkan kesehatan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang diperlihatkan oleh data atau indikator tersebut, fundamental forex akan mendorong laju inflasi yang kemudian dapat membuat bank sentral menaikkan tingkat suku bunga.

Umumnya lembaga riset atau perbankan telah memiliki (dan mempublikasikan) perkiraan sebelum dirilisnya data ekonomi tersebut. Pasar juga biasanya akan bergerak sesuai dengan arah perkiraan fundamental forex tersebut untuk mengantisipasi lonjakan. Jika perkiraan baik, maka harga akan relatif menguat dan sebaliknya jika perkiraan buruk, maka harga akan relatif melemah. Lonjakan pergerakan harga umumnya terjadi jika di fundamental forex terdapat perbedaan yang berarti antara perkiraan pasar dan laporan aktualnya.

Berita fundamental forex penting yang dapat menggerakkan pasar adalah sebagai berikut: 
Tabel 1: Laporan data ekonomi penting
3. Event politik

Pemilihan Umum (Pemilu), partai pemenang, presiden dan struktur kabinet, suhu politik internasional dan perang adalah beberapa factor fundamental forex politik yang dapat mempengaruhi pasar.

Dibandingkan instrumen lain, fundamental forex merupakan pasar yang paling responsif terhadap even politik, bahkan fundamental forex terkadang lebih besar dibanding efek yang ditimbulkan oleh faktor ekonomi.

Hal ini terjadi karena faktor keamanan suatu negara merupakan hal terpenting dalam investasi. Ketidakstabilan yang muncul dapat mendorong investor menarik dana dari negara tersebut dan menanamkannya ke negara lain yang lebih memiliki kepastian. Investor cenderung menarik dana dengan cepat pada sinyal fundamental forex apa saja yang mengindikasikan ketidakpastian kondisi, sebagai contoh Thai Baht pernah didevaluasi 10% akibat terjadinya kerusuhan di Thailand.

4. Sentimen Pasar

Sentimen fundamental forex yang terbentuk mengacu pada terpenuhi atau tidaknya harapan pasar yang terjadi berulang kali. Pelaku pasar mengambil posisi berdasarkan harapan mereka ke depan dengan bercermin pada apa yang terus menerus terjadi. Dalam kondisi dimana sentimen negatif terbentuk cukup kuat, pasar akan terus mendorong pelemahan mata uang. Bahkan laporan fundamental forex dan berita ekonomi yang baik bersamaan dengan keputusan naiknya suku bunga-pun belum tentu dapat secara konsisten mengubah pergerakan harga.

5. Intervensi pemerintah 

Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar mata uang, dengan melakukan pembelian atau penjualan, sepanjang fundamental forex pergerakan pasar tidak sesuai dengan kebijakan moneter yang dianut. Intervensi fundamental forex kadang dilakukan bersamaan atau bekerjasama dengan negara lain untuk memperkuat efeknya terhadap mata uang.

Untuk merangkung secara sederhana mengenai fundamental forex faktor penggerak pasar, suku bunga dan tingkat inflasi adalah hal pertama yang perlu diperhatikan, karena mempengaruhi arus uang. Tingkat inflasi mempengaruhi suku bunga dan produktifitas. Kedua adalah faktor kepercayaan, karena fundamental forex merupakan gambaran sentimen terhadap ekonomi. Ketiga adalah faktor kebijakan moneter yang dapat memicu intervensi.

Yang perlu diperhatikan juga adalah hasil perdagangan internasional, terutama dari Amerika Serikat yang berulang kali membentuk defisit terbesar.