TODAY ANALYSIS 25 NOV 2013 “Emas Masih Dalam Tekanan”

Posted on

Emas Masih Dalam Tekanan

Fundamental

Emas di perdagangkan dekat level terendah dalam empat bulan seiring tercapainya kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia yang telah meredam permintaan untukaset haven, sementara kepemilikan investasi di bursa yang memperdagangkan emasmenurun. Perak menyusut ke level terendah dalam lebih dari 15 pekan.

Emas pada hari ini di perdagangkan turun sekitar 0.5% menjadi $1.236/onz, dan di perdagangkan di kisaran $1.243 pada pukul 8.19 WIB. Harga emas turun ke level $1.236 pada tanggal 21 November, level terendah sejak 9 Juli. Perak turun sebanyak 0.9% menjadi $19.69/onz. Level terlemah sejak 8 Agustus.

Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust, bursa terbesar yang memperdagangkan emas, menyusut menjadi 852.21 metrik ton pada tanggal 22 November, level terlihat setidaknya sejak Januari 2009, dan telah berkontraksi sebanyak 37% di tahun 2013. Emas merosot sebanyak 26% pada tahun ini setelah reli selama 12 tahun seiring investor menjual kepemilikan emas di ETF pada rekor tercepat pada ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai kurangi pembelian obligasi bulanan yang sebesar $85 milyar dan inflasi gagal untuk naik.

“Banyak premi resiko, status emas sebagai safe haven, adalah alasan mengapa saat ini orang-orang tidak membeli emas,’ kata Jonathan Barratt, CEO di Barrat’s Bulletin dalam acara “First Up’ Bloomberg Television.”  Anda dapat melihat perkembangan di Timur Tengah yang mulai membaik. Kita telah kurangi kecemasan atas resiko dari sana dan hasilnya, banyak orang yang merevisi portofolio mereka. Itu di buktikan dengan banyaknya arus keluar di pasar ETF.”

Iran sepakat untuk membatasi aktivitas nuklirnya dan sebagai imbalannya mereka dapatkan “pengurangan sangsi tertentu” seperti pada minyak, suku cadang kendaraan emas dan logam mulia. Kesepakatan tersebut di umumkan kemarin setelah pembicaraan selama lima hari di Jenewa.

 

Teknikal

Awal pekan ini harga emas masih diwarnai tekanan turun akibat berita yang mengabarkan bahwa hedge fund emas besar yang digawangi oleh John Paulson mengatakan tidak akan membeli emas lagi karena tidak ada indikasi inflasi AS akan naik tajam, apalagi bila tapering jadi dilaksanakan.

 

Harga kini bertengger di 1238. Pelemahan lanjutan harga emas harus menunggu penembusan ke bawah level support 1235 dengan potensi ke area 1220. Waspada rebound yang mungkin terjadi. Bila harga kembali ke atas 1253, harga berpotensi menguat ke area 1265.

Emas Masih Dalam Tekanan

 

 

Waspadai Support Minyak $92.50

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat memberikan peluang kenaikan bagi minyak untuk menguji batas atas channel bearish. Namun, kenaikan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas atas channel bearish ($95.15). Sentimen masih bearish seiring minyak masih berada di dalam channel bearish dan diperdagangkan di bawah Moving Average (MA) 50-100-200. Waspadai support $92.50, karena penutupan harian di bawah level tersebut dapat memicu kejatuhan yang lebih dalam.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan prospek melimpahnya supplai seiring meredanya resiko geo-politik di Timur Tengah. Meski kesepakatan Iran dengan negara Barat tidak termasuk pelonggaran sanksi ekspor Iran, namun ini telah mengurangi adanya aksi militer terhadap Iran. Kesepakatan juga memberikan harapan akan adanya pelonggaran sanksi lebih lanjut di masa depan. Ini masih dapat memberikan sentimen negatif untuk jangka pendek.

Outlook minyak masih bearish; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss $95.30.  $95.15 dan $97.00 (batas atas channel bearish dan harga tertinggi 31 Oktober) adalah resisten. $93.45 dan $92.50 (harga terendah 21 dan 14 November) merupakan support.

Resistance Level : $95.15, $97.00, $98.55

Support Level     : $93.45, $92.50, $90.10

Waspadai Support Minyak $92.50

 

Monexnews – Desember Taper & Resikonya Terhadap Emas

Minutes FOMC bulan Oktober yang baru dirilis semalam menyediakan beberapa petunjuk mengenai arah stimulus dan normalisasi suku bunga The Fed, beberapa poin penting bagi para pelaku pasar antara lain:

  1. Konsensus yang terbentuk dalam anggota dewan FOMC adalah perbaikan pasar tenaga kerja yang sedang berlangsung akan menjamin tapering dalam beberapa bulan kedepan. Beberapa anggota FOMC bahkan mempertimbangkan skenario tapering yang lebih awal, sebelum pemulihan yang tidak ambigu lagi benar-benar tampak.

Mengingat rapat moneter berikutnya dijadwalkan pada bulan Desember, maka dua statement ini masih belum mengindikasikan tapering di  bulan Desember yang akan menjadi skenario konsensus dalam anggota dewan FOMC, dikarenakan kebanyakan member FOMC masih menekankan timing tapering  yang bergantung pada kondisi ekonomi, jika memang diperlukan maka The Fed bisa melakukan tapering QE pada beberapa pertemuan FOMC  berikutnya.

Secara keseluruhan, diskusi dalam FOMC hanya menunjukkan ada kemungkinan tapering di bulan Desember, terutama jika laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis tanggal 6 Desember nanti mengkonfirmasi kestabilan pasar kerja AS yang tampak di bulan Oktober lalu.

 

2. Diskusi mengenai Forward Guidance adalah dasar yang diperlukan ketika stimulus QE mulai dikurangi, atau dengan kata lain ketika    stimulus mulai dipangkas, The Fed akan bergantung pada forward guidance untuk menyetir market. Dalam minutes FOMC, dapat kita simpulkan bahwa:

      • Menurunkan ambang rate pengangguran sebagai acuan menaikkan suku bunga masih kecil kemungkinan karena akan mengurangi kredibilitas bank sentral AS
      • The Fed kemungkinan akan menempuh panduan arah moneter yang bersifat kualitatif, dimana terbuka peluang bagi bank sentral untuk menambah sinyal dovish terkait kenaikan suku bunga pertama nya melalui ringkasan proyeksi ekonomi yang akan dikeluarkan oleh The Fed.

 

3. Bank sentral AS mengakui bahwa pasar menilai stimulus QE dan forward rates guidance berkorelasi erat, dengan spekulasi market bahwa perubahan pada QE menandakan perubahan juga dalam pandangan ekonomi The Fed, dimana hal ini mengimplikasikan potensi perubahan jalur kebijakan suku bunga. Sehingga The Fed menganggap forward guidance dalam prakteknya mungkin tidak terlalu kredibel  untuk menyetir spekulasi market ketimbang terus melanjutkan stimulus.

 

4. Beberapa anggota FOMC berpendapat bahwa menurunkan suku bunga pada excess reserve / cadangan likuiditas mungkin dapat diterapkan pada fase tertentu. Meskipun kemungkinan opsi ini masih kecil untuk diterapkan dalam waktu dekat, namun masih terbuka peluang kedepannya, jika The Fed memerlukan tools alternative pengganti kenaikan stimulus QE jika memang diperlukan.

 

5. Sejumlah anggota FOMC meyakini bahwa skala tapering surat berharga MBS dan Treasury seharusnya dilakukan secara imbang diantara keduanya.

 

Faktor tapering dan outlook Fed Funds rate diatas bila dikombinasikan dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi negara emerging berpotensi untuk mengakhiri siklus super komoditas,  terutama pada komoditas Emas yang berpotensi tertekan hingga Q1 & Q2 2014 seiring dengan kenaikan suku bunga riil The Fed secara bertahap serta faktor supply demand yang kurang mendukung komoditas Emas. Kapasitas produksi masih berlebih sehingga supply mampu melampaui permintaan yang datar cenderung menurun seiring pelambatan ekonomi China, India dan negara emerging lainnya.

Di jangka pendek, indikator teknikal seperti Stochastic, RSI, MACD dan CCI memang mengindikasikan oversold Emas sehingga potensi rebound masih terbuka lebar terutama jika data ekonomi AS khususnya nonfarm payrolls pada tanggal 6 Desember gagal mengkonfirmasi penguatan pasar kerja AS secara keseluruhan. Bagaimanapun kenaikan di jangka pendek justru dapat menyediakan peluang sell on rally. Resisten 1274 – 1310 – 1345, Support 1220 – 1180 – 1165.

 

 

Market Movers: Sentimen Positif Dari Iran

Monexnews – Beberapa market mover yang berlangsung dari pekan lalu masih berpengaruh pada awal pekan ini. Ketidakpastian kapan tapering akan dilakukan menyebabkan dollar AS melemah, harga emas tertekan dan indeks saham menguat.

Isu lainnya yang memberikan sentimen positif ke pasar adalah tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS terkait isu nuklir dimana Iran sepakat untuk memperlambat program nuklirnya sementara AS akan melepaskan sebagian embargo ekonominya. Indeks saham Asia menguat terkait isu ini dan harga minyak mentah pun kembali tertekan.

Isu hedge fund besar yang tidak lagi mengoleksi emas di saat emas di level rendah memberikan tekanan bagi harga emas. John Paulson, pengelola dari hedge fund tersebut, mengatakan bahwa tidak adanya indikasi akan terjadinya inflasi tinggi di AS menyebabkan emas tidak lagi menarik sebagai tempat untuk mengamankan nilai aset, apalagi bila tapering jadi dilakukan.

Komentar dari Bank Sentral Australia yang masih membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga dan ancaman intervensi untuk melemahkan dollar Australia masih membayangi pergerakan dollar Australia yang tertekan terhadap dollar AS.

Komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Kuroda, yang optimis inflasi 2% akan tercapai pada akhir 2014 atau awal 2015 mendukung pelemahan yen terhadap dollar AS. Hal ini juga mendorong penguatan Nikkei.

Malam ini data penjualan rumah tertunda (pending home sales) bisa menjadi market mover bagi dollar AS. Data perumahan yang bagus biasanya bisa mendorong penguatan dollar AS.

Tinggalkan Balasan, Alamat Email dan No HP, supaya kami bisa menghubungi Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s